Sunday, April 7, 2013

Kc (kebutuhan air) tanaman padi


Kc (kebutuhan air) tanaman padi
Nilai Kc tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan (Allen, 1998).

Fase
Kc
Kcb
Pertunasan
1.05
1.00
Generatif
1.20
1.15
Ahir
0.90
0,70

Nilai ET0 (evapotranspirasi acuan) yang telah diketahui dari hasil keluaran program macro excel FAO Penman-Monteith kemudian dikoreksi dengan faktor tanaman (Kc) sesuai dengan jenis, varietas, dan pertumbuhan vegetasinya. Menurut Allen (1998) pada kondisi irigasi normal (kontinyu dilakukan petani), yakni irigasi kontinyu untuk menghitung nilai kebutuhan air tanaman (ETc) sangat disarankan menggunakan Kc tunggal dan pada kondisi irigasi berselang menggunakan Kc ganda (Kcb dan Ke). Berikut adalah rumus untuk menghitung ETc lahan sawah pada irigasi kontinyu dan irigasi berselang (Allen, 1998):
a)      Irigasi kontinyu
Saat pertunasan nilai Kc didasarkan pada kondisi rata-rata RH minimum dalam kategori sub-humid dan kondisi kecepatan angin pada ketinggian dua meter dalam kategori light, sehingga nilai Kc pertunasan bernilai 1.05 berdasarkan FAO (1998). Rumus untuk menghitung nilai Kc saat fase generatif dan fase akhir:
Kc(hit) = Kc(tab) + [0.04(U2-2)-0.004(RHmin-45]
(h/3)0.3 .……………..(20)
Keterangan:
Ø  Kc(hit) menentukan nilai Kc saat fase generatif ataupun fase akhir
Ø  Kc(tab) nilai Kc dari
Ø  U2 nilai rata-rata kecepatan angin harian pada ketinggian dua meter (saat fase generatif ataupun fase akhir[m/s]
Ø  RHmin rata-rata nilai RH minimum harian (saat fase generatif ataupun fase akhir) [%]
Ø  h nilai rata-rata tinggi tanaman (saat fase generatif ataupun fase akhir) [m]
sedangkan untuk menentukan Kc saat fase pertumbuhan vegetatif dan pematangan bulir dapat dilakukan interpolasi dari nilai Kc(hit) dengan rumus sebagai berikut:
Kci=Kc-prev+[i-Σ(Lprev)/Lstage](Kc-next–Kc-prev)……..…….(21)
Keterangan:
·         Kci  = koefisien tanaman pada hari ke-i (saat fase pertumbuhan vegetatif ataupun fase pematangan)
·         Kc-prev = nilai koefisien tanaman fase sebelum fase pertumbuhan vegetatif ataupun pematangan
·         Kc-next = nilai koefisien tanaman fase pertumbuhan vegetatif ataupun pematangan
·         Σ(Lprev) jumlah panjang hari fase sebelumnya [hari]
·         Lstage =  panjang hari fase yang dihitung (fase pertumbuhan vegetatif ataupun pematangan) [hari]
Kemudian untuk menduga besarnya nilai kebutuhan air tanaman menggunakan rumus:
ETc = ET0 Kc…………………....(22)
·         Keterangan:
ETc evapotranspirasi tanaman (mm/hari)
Kc koefisien tanaman sesuai jenis dan pertumbuhan vegetasinya
ET0 evapotranspirasi acuan (mm/hari)
b) Irigasi berselang
Menghitung nilai Kcb (koefisien transpirasi) saat fase generatif dan fase akhir:
Kcb(hit) = Kcb(tab) + [0.04(U2-2)-0.004(RHmin- 45](h/3)0.3.……………..(23)
Keterangan:
Ø  Kcb(hit) = menentukan nilai Kcb saat fase generatif ataupun fase akhir
Ø  Kcb(tab) = nilai Kcb dari Tabel 4
Ø  U2 = nilai rata-rata kecepatan angin harian pada ketinggian 2 meter (saat fase generatifataupun fase akhir[m/s]
Ø  RHmin = rata-rata nilai RH minimum harian (saat fase generatif ataupun fase akhir) [%]10
Ø  h= nilai rata2 tinggi tanaman

sedangkan untuk menentukan Kc saat fase pertumbuhan vegetatif dan pematangan bulir dapat dilakukan interpolasi dari nilai Kc(hit) dengan rumus seperti persamaan (21Nilai Ke (koefisien evaporasi) dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Ke = Kr (Kc(max) – Kcb) …………...(24)
Dengan
Kc(max) = 1.1+{[0.04(U2-2)-0.004(RHmin- 45)](h/3)0.3} ………..(25)
Keterangan:
Ø  Ke koefisien evaporasi
Ø  Kcb koefisien transpirasi
Ø  Kc(max) nilai Kc maksium irigasi berselang
Ø  Kr koefisien reduksi evaporasi, saat kondisi tanah basah nilai Kr = 1.
Kemudian untuk menduga besarnya nilai kebutuhan air tanaman menggunakan rumus:
ETc = ET0 (Kcb + Ke)…………..….(26)
Keterangan:
Ø  ETc evapotranspirasi tanaman (mm/hari)
Ø  Kcb koefisien transpirasi tanaman
Ø  Ke koefisien evaporasi tanah ET0 evapotranspirasi acuan (mm/hari)

0 comments:

Post a Comment